- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
- Fokus pada Kebutuhan Keluarga Indonesia, MG Gelar Talk Show Interaktif Bersama Glenn Alinskie dan Ch
- Chery Bawa Ragam Inovasi ke IIMS 2026: Super Hybrid dan EV sebagai Solusi Mobilitas Cerdas untuk Kel
- MG Umumkan Harga Resmi MGS5 EV, Perkuat Langkah di Pasar SUV Listrik Indonesia
Cara Menjaga Keseimbangan Mobil Saat Dimodifikasi (Termasuk Audio System Berat)
Modifikasi mobil memang menyenangkan, apalagi jika berkaitan dengan sistem audio. Namun, tidak sedikit orang lupa bahwa memasang audio system berukuran besar — seperti subwoofer, box speaker, atau amplifier multiple — bisa berdampak pada keseimbangan dan kenyamanan berkendara. Nah, bagaimana cara menjaga agar mobil tetap stabil meski dimodifikasi?
1. Pahami Dampak Penambahan Bobot
Sistem audio kelas menengah ke atas bisa menambah bobot hingga puluhan kilogram, terutama jika Anda:
-
Memasang subwoofer berdiameter besar (12" ke atas)
-
Menggunakan boks MDF tebal
-
Menambah lebih dari satu amplifier
-
Menyimpan power supply cadangan (capacitor/battery tambahan)
Biasanya komponen tersebut dipasang di bagasi, yang berarti pusat beban berpindah ke belakang mobil. Ini bisa mengganggu handling, terutama saat menikung atau mengerem mendadak.
2. Perhatikan Distribusi Bobot
Idealnya, beban tambahan disebar seimbang antara kiri dan kanan. Hindari menumpuk semua perangkat di satu sisi, karena bisa membuat mobil miring, bahkan mempercepat keausan suspensi dan ban sebelah.
Tips:
-
Jika memungkinkan, pasang amplifier kiri-kanan atau di bawah jok.
-
Gunakan box subwoofer berbentuk ramping yang menempel ke dinding bagasi, bukan hanya ditaruh di tengah.
3. Upgrade Suspensi Bila Diperlukan
Jika audio system Anda sangat berat dan mobil terasa "ambles" di bagian belakang:
-
Pertimbangkan menggunakan per daun, per keong, atau coilover dengan rating lebih tinggi.
-
Anda juga bisa menggunakan rubber buffer atau air suspension jika mengutamakan kenyamanan sekaligus fleksibilitas.
Ini penting untuk menghindari gesekan roda dengan fender atau gejala limbung.
4. Cek dan Rotasi Ban Secara Berkala
Bobot ekstra di belakang bisa menyebabkan ban belakang lebih cepat aus. Pastikan Anda:
-
Memeriksa tekanan ban secara rutin
-
Melakukan rotasi ban setiap 5.000–10.000 km
-
Menyelaraskan spooring dan balancing, terutama setelah modifikasi besar
5. Pastikan Sistem Kelistrikan Aman
Modifikasi berat sering kali juga melibatkan kabel, sekring, dan distribusi listrik tambahan. Pastikan instalasi rapi dan tidak menambah panas atau berat di satu titik yang bisa membahayakan sistem mobil secara keseluruhan.
Kesimpulan
Audio system yang mumpuni memang bisa meningkatkan kenyamanan berkendara, tapi jangan abaikan aspek teknis lainnya seperti keseimbangan bobot, suspensi, dan keamanan. Dengan distribusi beban yang tepat dan perawatan sistem suspensi yang baik, Anda bisa menikmati kualitas suara tanpa mengorbankan kenyamanan maupun keselamatan berkendara.




.jpg)





.jpg)




 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)
.jpg)