- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
Alami Storing Pada Audio Mobil? Berikut Ini Tips Jitu Mengatasinya
Mediaaudio.id - Piranti Audio di dalam mobil menjadi suatu keharusan yang wajib ada di dalam interior mobil untuk membuang kebosanan di tengah perjalanan. Dengan kualitas sura yang baik dan, enak di dengar, menjadi semua impian para pemilik kendaraan.
Namun, untuk menghasilkan kualitas bagus, pemasangan menjadi titik penting semburan audio yang dikeluarkan, salah sedikit dapat menyebabkan munculnya suara aneh yang dikeluarkan dari audio mobil atau biasa disebut storing.
Biasanya, terjadinya storing disebabkan oleh frekuensi sinyal mesin yang sangat tinggi menjalar ke bagian sistem audio pada mobil. Ciri-ciri umum terjadinya storing, terdengar suara yang tidak mengenakan keluar dari speaker tape seperti nguing, ngiung.
Lalu bagaimanakah solusinya?
Berikut ini Manager Begja Autotronics, Yanto membagikan sedikit tips ampuh mengatasi storing pada audio mobil. Pertama, pisahkan jalur kabel RCA dengan kabel strum, lalu pada pemasangan kabel, usahakan untuk tidak menyambung kabel terlalu banyak, agar mempermudah mendiagnosa kerusakan di kemudian hari. “boleh saja memasang audio standar atau bawaan mobil, namun pemasangan kabel harus di dukung dengan yang berkualitas’ ujar Yanto.
Kedua, perhatikan pemasangan pada kabel ground, memasang kabel ground harus benar-benar bagus, lalu kabel ground disambungkan pada bodi dan dibaut kuat lalu dilap sampai bersih dari cat. Selain itu, pada bagian aki juga diperlukan beberapa tambahan kabel ground. Yakni, kabel minus atau biasa disebut massa.
Hal ini dikarenakan kabel bawaan pabrik sangat kecil jadi harus menggantinya. Hal ini bertujuan untuj menyesuaikan pemakaian listrik di mobil, yang berpengaruh terhadap daya listrik yang memasok perangkat elektronik yang sedang berjalan. “Jika Grounding dan perangkat kelistrikan diperhatikan saat instalasi, maka masalah storing dapat dihindari” tandas Yanto.










.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)