- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
CTEK di GIIAS 2019 Kenalkan Battery Charger, Perpanjang Usia Aki Mobil
Mediaaudio.id - Berputar hall 10 di GIIAS 2019 tim Mediaaudio berkesempatan mampir ke sebuah booth dengan produk menarik, charger aki mobil alias car battery charger. Produk menarik ini diperkenal lewat brand CTEK yang mungkin masih asing namanya di Indonesia. Walau jarang terdengar, perusahaan asal Swedia ini sudah berdiri semenjak 23 tahun lalu dan memiliki jaringan distribusi yang sudah cukup luas. Apa sebenarnya fungsi produk ini dan manfaatnya?
CTEK sesungguhnya memiliki banyak ragam produk, namun yang paling dipercaya dan menjadi andalan adalah car battery charger-nya yang diyakini tak hanya mampu mengisi daya secara otomatis, tapi juga memperpanjang waktu pakai aki mobil kita, terutama untuk mobil yang jarang digunakan atau mobil dengan perangkat elektronik tambahan seperti audio.
Ditemui di depan booth, Robert selaku Marketing Director CTEK Asia Pacific menyampaikan “Charger CTEK dapat meningkatkan masa pakai aki mobil dari yang biasa hanya 1-2 tahun menjadi 3-4 tahun. Hal ini dimampukan dengan proses desulfatisasi dan rekondisi.”
Desulfatisasi
Tak bisa disangkal aki memang ada umurnya, seiring berjalannya waktu performanya akan semakin menurun karena terjadi proses sulfatisasi alias pengkristalan elektrolit menjadi timah hitam pada sel aki. Alhasil, aki tidak akan bisa diisi dengan kapasitas seperti saat baru dibeli.

Dengan pemasangan CTEK car battery charger pada aki, perangkat ini akan melakukan desulfatisasi atau pelarutan kristal timah hitam yang selama ini menghambat pengisian daya. Walau tak bisa kembali sempurna, proses ini dipercaya dapat memaksimalkan pengisian yang tentunya memperpanjang penggunaan aki.
Rekondisi
Pada aki yang terpakai, asam pada elektrolit akan terpisah dengan air dan air sendiri akan menguap jika tidak ditambahkan, membuat daya tahannya menurun. Nah, dengan CTEK yang terpasang pada aki, keasaman pada elektrolit diratakan kembali, lalu otomatis mengisi daya dengan kekuatan maksimal dan turun perlahan secara otomatis juga sesuai kemampuan aki.

Seri unggulan yang banyak dicari di GIIAS 2019 menurut Dedi Kurniawan perwakilan CTEK Indonesia adalah MXS 5.0. “Paling banyak orang cari adalah seri 5 Ampere karena range-nya paling dapet, mulai dari aki 1.2A sampai dengan aki 110A, umumnya sudah bisa motor dan mobil.”
Menarik bukan? CTEK sendiri sesungguhnya sudah menjadi perangkat yang dipercaya dan digunakan pabrikan raksasa seperti BMW, Ferrari, dan Porsche untuk ditanam pada mobil produksinya. “Pokoknya pakai CTEK aki aman dan awet.” Tutup Dedi.









.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)