- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
2 Way vs 3 Way versi Tedy Bronson Audio
Mediaudio.id - Upgrade sistem audio mobil memang kadang dibutuhkan bagi kita yang ingin hiburan telinga lebih dari kualitas audio standar. Komponen audio ada beragam jumlahnya, kualitas pun hampir selalu berbanding lurus dengan harga. Tapi sebelum kita upgrade, ada baiknya kita mempertimbangkan sistem apa yang ingin kita gunakan, 2 way atau 3 way.
Seperti kita tahu range frekuensi suara yang mampu ditangkap telinga manusia berkisar antara 20 Hz hingga 20 KHz. Nah, dua sistem speaker ini bertujuan untuk memenuhi semua frekuensi tersebut, hingga suara yang ditangkap telinga dapat terdengar lengkap dan tentu saja nyata. Lalu apa perbedaannya?
1. Sistem 2 Way

Pada dasarnya, dari segi komponen, sesuai namanya setup 2 way terdiri dari 2 buah speaker yaitu tweeter dan midbass, serta tentu tambahan subwoofer untuk menjangkau frekuensi terendah. Tweeter pada setup ini sendiri ditugaskan untuk memproses frekuensi tinggi, semisal di 2500 Hz ke atas, sedangkan midbass bekerja di frekuensi mid to low, 2500 Hz ke bawah. Pengaturan pemotongan frekuensi ini dapat diseting sesuai keinginan dengan crossover pasif ataupun dengan tambahan processor.
2. Sistem 3 Way

Sistem 3 way diciptakan karena ada anggapan jika ada slot frekuensi yang kosong antara rentang tweeter dan rentang midbass. Maka dari itu, di tengah-tengah rentang tersebut diselipkan sebuah speaker lagi yaitu midrange. Dengan pengaturan pemotongan frekuensi yang tepat, dipercaya suara pada setup 3 way terdengar lebih lengkap dari 2 way.
Menurut Tedy punggawa Bronson Audio, kedua sistem memiliki keunggulan dan kekurangannya. “tapi mau 2 way atau 3 way semuanya ga mungkin jelek, selama kita menggunakan komponen dan pengaturan yang tepat.”
“Kita potong frekuensinya harus tepat, sehingga masing-masing speaker ngga keluarin frekuensi suara yang tumpang tindih, clear gitu. Untuk 3 way bisa dilakukan 2 titik pemotongan semisal di frekuensi 1000 Hz, dan 5000 Hz sehingga masing-masing speaker bisa drive suara yang maksimal.” Tambahnya.
Hanya saja, Tedy mencatat jika secara tonal seimbang, untuk vokal, setup 3 way lebih tebal. “Untuk 3 way karena penempatan midrange di atas, sehingga vokal lebih greget di atas. Tapi kalau 2 way suara vokal kita naikkan ke atas dari midbass seolah2, sumber suara dari atas.”
Kalau dari segi visual setup ini tergantung selera mengingat ada tambahan speaker yang harus terpasang. “Bagi yang suka view yang lebih kosong minimalis mungkin lebih suka 2 way karena di pilar A atau di dashboard hanya ada tweeter. Kalau 3 way beberapa kurang suka adanya midrange di pilar A yang cukup besar yang kadang mengganggu visibilitas saat berkendara.” Lanjutnya.
“Nah, kalo dari segi suara sebanding, sekarang tergantung kita aja, suka yang gimana, tapi pastiin instalasi dan setting harus tepat, itu kuncinya.” Tutup Tedy.










.jpg)



.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)