- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
Daihatsu Fellow Max Klasik Berhasil Direstorasi, Tampil Menawan di Pameran Solo!
Pada akhir pekan lalu, acara Daihatsu Kumpul Sahabat yang digelar di Solo, Jawa Tengah, menyuguhkan momen istimewa yang tak terlupakan. Salah satu highlight dari acara tersebut adalah kemunculan Daihatsu Fellow Max berwarna kuning keemasan yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Mobil klasik yang satu ini memiliki desain bergaya taksi dengan pelat nomor Jepang, dan merupakan model dari tahun 1976. Dikenal dengan mesin 2-Tak berkapasitas 360 cc, Fellow Max adalah hatchback yang cukup langka ditemukan di jalanan Indonesia.
Sosok di balik mobil ini adalah Agung Retro, seorang pria berusia 40 tahun asal Solo, yang menjadi pemilik Fellow Max ini. Di mana ia, membeli Fellow Max pada tahun 2019 dan secara perlahan melakukan restorasi mobil yang saat itu berada dalam kondisi 'bahan'.
"Awal saya beli, kondisinya cukup parah. Lalu saya restorasi sedikit-sedikit sampai jadi seperti itu. Saya dapetnya di tahun 2019-an, kala pandemi Covid-19," kata Agung.

Agung mengungkapkan detail restorasi yang telah ia lakukan pada mobil unik ini. Prosesnya mencakup berbagai sektor, mulai dari bodi dan mesin hingga interior dan berbagai fungsi lainnya di kendaraan tersebut.
Biaya yang dikeluarkan untuk restorasi ini tidaklah sedikit yaitu mencapai Rp65 juta dan memakan waktu hingga enam bulan untuk menyelesaikannya.
Meskipun mobil ini tergolong langka, Agung mengungkapkan bahwa ia masih dapat menemukan suku cadang yang diperlukan berkat dukungan komunitas pecinta mobil tua yang aktif di pasar.
"Sparepart-nya orisinal, kita dapet dari temen-temen mobil antik dan kebetulan masih ada yang nyimpen," ujarnya.
Biaya utama untuk upgrade mobil ini umumnya terletak pada sektor bodi dan mesin. Meskipun demikian, beberapa komponen seperti emblem, tetap dipertahankan dalam kondisi orisinalnya.

Saat melihat langsung interiornya, mobil Fellow Max ini memiliki kisi-kisi penyejuk udara (AC) yang masih terpasang. Sayangnya, fitur ini kini tidak lagi berfungsi seperti dulu.
"Tapi karena mesinnya 360 cc dua silinder, tidak kuat dikasih AC. Jadi AC-nya angin dari jendela," kelakarnya.
Dari segi dimensi bodi dan desain depannya, Fellow Max terlihat mirip dengan British Leyland Mini 1000, yang lebih dikenal dengan sebutan Morris Mini. Mobil ikonik ini juga dikenal dari serial komedi terkenal, Mr. Bean, menambah daya tarik Fellow Max bagi penggemar otomotif dan kolektor mobil klasik.








.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)