- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
Modifikasi Suzuki Karimun dengan Sentuhan American Hot Rod
Suzuki Karimun, si mungil yang meluncur pada akhir 1990-an, berhasil memikat hati masyarakat perkotaan. Desainnya yang kompak, menjadikannya pilihan favorit bagi mereka yang mencari kendaraan praktis untuk mobilitas sehari-hari.
Namun siapa sangka, sebuah Suzuki Karimun mungil bisa disulap menjadi ikonik ala American Hot Rod?
Diego Shefa, pemuda berusia 33 tahun, berhasil mewujudkan impiannya dengan melakukan modifikasi ekstrem pada mobil kesayangannya. Dengan bantuan modifikator legendaris, Peter Jacobson, Karimun ini pun menjelma menjadi sebuah karya seni otomotif yang unik.
“Sebenarnya mobil ini saya beli dari baru tahun 2005. Dari tahun 2006 sudah dimodifikasi seperti ini, dipotong atapnya. Tapi pada saat itu atapnya tidak pakai kaca,” kata Diego yang dilansir dari Kompas.com.
Kesibukan sehari-hari membuat Diego terpaksa menaruh mobil kesayangannya di dalam garasi. Namun pada akhir tahun lalu, semangatnya untuk memodifikasi kembali berkobar. Dengan bantuan Human on Wheels, proses restorasi Suzuki Karimun bergaya Hot Rod pun dimulai.
Tampilan khas Karimun dengan bodi kotak dan lampu bulat tetap dipertahankan oleh Diego untuk menjaga ciri khas mobil ini.

“Ubahan dari eksterior, body nya di drop sedikit, kemudian di radius ulang, pakai pelek 20 inci, jadi tidak terlihat kebesaran. Atap dipotong, hanya disisakan sejengkal. Untuk atasnya kita kasih panoramic roof, kaca setebal 4 cm,” jelas Diego
Peningkatan performa mesin juga dilakukan melalui penggantian karburator 4 barrel.
“Mesin harus kita buat lebih ngebut untuk menarik pelek sebesar 20 inci. Karena sebetulnya maksimum Karimun hanya 18 inci. Kemudian untuk rem juga pakai Brembo 355 mm, bekas mobil Mercy. Pelek besar, mesin kencang, kalau remnya tidak bagus kan percuma, karena terkait safety,” lanjutnya.
Diego melakukan perubahan total pada interior mobil, dengan fokus utama pada jok. Untuk menyesuaikan dengan desain atap yang baru, jok dibuat lebih pendek.
“Interior jok nya kita potong, menyesuaikan atap, jadi ketika pengemudi duduk tidak sempit, jarak kepala ke atap masih jauh. Baris belakang jok nya juga saya ubah biar bisa sandaran. Selebihnya kita rapikan saja,” ujar Diego.
Dengan sentuhan modifikasi yang sangat berani, Diego berhasil mengubah Suzuki Karimun menjadi sebuah karya seni roda empat bergaya American Hot Rod. Transformasi ekstrem ini tentu saja menuntut pengeluaran yang cukup besar, yakni ratusan juta rupiah.
“Kalau budget sejujurnya saya tidak menghitung, tetapi ratusan juta ada,” tutup Diego.










.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)